pembukaan

Selasa, 25 April 2017

PENJELASAN BAGI YG MEMBOHONGKAN MI'ROJ

                              Hasil gambar untuk bismillah arab


Menolak kebenaran mi'roj sama dengan mengingkari sebagian mu’jizat Nabi, meskipun beralasan (tidak masuk akal karena pertemuan Nabi dengan Ibrahim dan Musa dilangit) mereka dikuburan tidak bisa mendengar (mati).

Komentar Faizah:” Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup, disisi Tuhannya mendapat rezeki. QS Ali Imran 169.
Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya……Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. QS Ali Imran 170.
Itulah balasan bagi syuhada'/pejuang agama Allah bukan pembela golongan atau permusuhan sesama muslim.

Tingkatan para Nabi adalah tingkatan pertama. Allah menjelaskan”Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang salih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS An Nisak 69.
Syuhada’ termasuk tingkatan ke tiga (punya kelebihan) apalagi Nabi adalah tingkatan pertama. Itu wajar berbeda dengan manusia biasa.     
Kejadian/amaliyyah yang sudah jelas dalilnya, tidak usah diperdebatkan (bisa mengurangi pahala dan kerukunan) penyebab kontras.
Hal itu tidak termasuk ayat” Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan. QS Al An’am 116.
Maksud ayat itu, ketika banyak kemungkaran (membudaya) kita jangan sampai ikut terpengaruh, hendaknya amar makruf nahi mungkar. Contoh:
Pergaulan bebas yang jelas merusak masa depan, minuman keras yang jelas merusak kesehatan/lingkungan, beredarnya riba sehingga tidak ada belas kasih sesama muslim. Dan masih banyak lagi pelanggaran sebab melanggar ayat.
Begitu juga berlebihan dalam menafsiri hadis/berakibat pelanggaran. Padahal itu cara setan membujuk manusia.” Sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. QS Az Zuhruf 37.
Diantara yang sering terjadi salah paham ialah hadis” Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat”.
Maksudnya: Dimana saja tempat yang penting suci. Dimulai takbir, membaca Fatihah dan ayat Al Qur’an serta bermacam pujian. Gerak dalam salat tuma’ninah, berhati khusyu’. Itulah konsep mukmin yang beruntung. Berkaitan dengan QS Al Mukminun 2.
Adanya Rasul tidak memberi persaratan, berarti boleh (tidak harus beratap pelepah korma, beralas tanah, tanpa lampu dsb) Karena islam itu mudah. Bahkan melarang salat di Masjid. Itu termasuk orang yang paling zalim. Lihat QS Al Baqarah 114.   

Semoga kebenaran ini bisa menjadi pertimbangan dan bermanfaat.
                                   Wassalam.   
Alamat blog: www.faizahmahrus.blogspot.com

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung