pembukaan

Minggu, 31 Mei 2015

WANITA PANGKAT JARANG YANG TA'AT




                                                
Banyak yang bertanya “Kena apa banyak wanita pangkat namun jarang yang ta’at”?
Komentar Faizah: Karena mereka mendahulukan kedudukan dunia sehingga melalaikan akhirat, padahal antara derajat dan pangkat sulit berkumpul, contoh:

a)Derajat: Kedudukan ini diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang ta’at dan betaqwa sehingga tergolong orang yang paling mulia.  Dalam QS Al Hujurat 13:



Sesungguhnya orang yang paling mulya diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.

Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha teliti.

Untuk itu Allah memberi derajat kepada seseorang disebabkan  IMAN dan ILMU. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Mujadalah 11:   


 

[58:11] Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 


Pertama yang disebut oleh Allah adalah iman kemudian ilmu. Sebagaimana derajat orang-orang yang akan  memperoleh keni’matan (surga) dalam QS An Nisa 69-70:




[4:69] Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

[4:70] Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Semakin tinggi iman seseorang semakin tinggi derajat, untuk itu Ilmunya orang salih sebab ta’at, tanpa iman maka sedikit ta'at (para Nabi diberi wahyu, orang  salih diberi ilham/hidayah) mungkin ini yang disebut ilmu laduni, mereka akan diberi balasan karena ta’at. Dalam QS An Nahl 30-31:




[16:30] Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

[16:31] (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa,
 

Sebaliknya orang yang melanggar syari’at/dzalim akan diberi sangsi/hukuman. Dalam QS An Nahl 27-30;






 [16:27] Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu'min) ?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu: "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir",

[16:28] (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan"

[16:29] Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.

[16:30] Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,

b)Pangkat: Kedudukan dari manusia untuk manusia/gelar, namun peraturan manusia terkadang bertentangan dengan syari’at. Contoh pelanggaran: Kebebasan menjadi kebiasaan, ayat hijab terbuang, tugas rumah tidak diperhatikan, hanya gelar yang menjadi tujuan. Dalam hadis “Barang siapa menuntut ilmu untuk mendebat para ulama atau untuk mengolok-olok orang bodoh atau untuk mengalihkan pandangan manusia kepadanya niscaya Allah akan memasukkannya kedalam Neraka. Berkaitan dalam judul di blog ‘PERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK MASA DEPAN Tahun/bulan 2012/Juni.                 
        
Para wanita suka keluar/tugas diluar rumah, padahal kewajiban mereka ada didalam rumah dan dilarang tabarruj. Dalam QS Al Ahzab 33:


[33:33] dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. 
 

Rahasia perintah itu kembali kepada wanita sendiri (agar bisa mengurangi ma’siat, banyak salat di rumah, tidak terlalu payah, apabila didalam rumah ada pelayan yang bukan muhrim maka ketiganya adalah setan, pendidikan anakpun butuh perhatian, keta’atan ibu akan ditiru, begitu juga tugas melayani suami yang tidak bisa diwakili. 

Seringkali wanita segan melayaninya, padahal ada hadis "Bila seorang lelaki mengajak istrinya untuk tidur bersama namun istri menolak lantas suami malam itu marah, malaikat mela’nat kepanya hingga pagi".


Berkaitan dalam judul “WANITA YANG SALIHAH” Tahun/bulan 2012/Agustus. Begitu juga suami hendaknya bisa mengimbangi kesibukan istri karena mereka ibarat pelayan gratis malah berkorban harta dan dirinya 24 jam sedikit istirahat.  

Semoga nasihat serta saran dari Allah ini lebih dita’ati dan lebih diperhatikan agar tidak termasuk orang yang merugi (mengejar pangkat di dunia namun di akhirat menderita karena melanggar ayat). Ingatlah Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang salihah/ta’at terhadap syari’at.

Kegembiraan akan datang setelah menjalani ujian, bersedekah bisa menolak bencana. Ingatlah pesan Rasul” Bersedekahlah (wahai kaum wanita!) sesungguhnya kebanyakan kamu menjadi bahan bakarnya neraka Jahannam…………….. Disebabkan kamu banyak mengeluh (kepada suami) dan tidak berterima kasih kepada suami. 

Maka mereka bersedekah perhiasan baik anting-anting/cincin lalu ditaruh di pakaian Bilal (yang digelar saat itu) Hendaknya para suami bisa meringankan beban istri, menghindari  perbuatan yang menyebabkan  istri marah. 

Adapun do’a kebahagiaan dalam rumah tangga tercantum dalam judul SUKSES DENGAN DO’A Tahun/bulan 2012/Juni.
Nabi Ibrahim berdo’a dalam QS Al furqon 74: 



"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

                                   Semoga bermanfa’at bagi kita semua.   

         

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung