pembukaan

Jumat, 01 Mei 2015

HARTA PENYEJUK MATA, PENGHAMBAT TAQWA





Banyak orang kaya mengeluh karena bisnisnya bangkrut/tertipu, terkadang melakukan perkara yang mengakibatkan bahaya terhadap kesehatan, kebahagiaan dalam rumah tanggapun ikut terganggu.

Komentar faizah: Menurutku semua kejadian ada hikmah, dan Allah menyukai hamba yang bertaubat serta` berdo’a kepada Nya. Untuk itu dalam menghadapi kesulitan, Allah berjanji akan membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi, dengan berbekal iman dan taqwa. Dalam QS Al A’raf 96:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
 



Keimanan dan taqwa penyebab manusia bisa ta’at baik dalam keadaan bahagia atau menderita, ketika para Nabi mendapat teguran dari Allah mereka banyak memuji Nya/mengakui kedzaliman nya. Dosa terampun do’a terkabul, diluaskan rizkinya, untuk itu Nabi Nuh berpesan dalam QS Nuh 10-12:





[71:10] maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
[71:11] niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
[71:12] dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Ketika jaya sibuk urusan dunia lupa akhirat. Padahal kehidupan dunia hanya tipuan belaka. Dalam QS Al Hadid 20:





[57:20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
 

Tentang dunia/rupa, pandanglah orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah memandang orang yang lebih atas dari kalian niscaya akan mengabaikan ni’mat Allah yang telah diberikan kepada kalian.
 
 Terkadang ni’mat datang ibadah berkurang, rumah tangga terfinah itulah kebiasaan manusia, dan Allah menyebutkan bahwa manusia itu dzalim dan bodoh. Untuk itu bagi para Nabi (ketika mencintai sesuatu) maka diberinya peringatan. Sebagaimana cerita Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman serta pelanggaran Nabi Adam.

1)Kaumnya Nabi Daud memiliki 99 ekor kambing tapi dia berharap menjadi 100 ekor kambing, Nabi Daud mengatakan itu dzalim, lantas beliau bersujud(taubat)merasa tersindir. Dalam QS Sad 23-24:




[38:23] Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata : "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".

[38:24] Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

Ada ulama berpendapat bahwa istrinya Nabi Dawud 99 Wallaahu A’lam, karena tidak jelas, mungkin berupa hewan ternak, atau harta lainnya. Yang jelas ada hadis “Andaikan anak Adam diberi Emas sebanyak satu lembah, pasti ia ingin mendapatkan Emas sebanyak dua lembah dan tidak ada yang dapat menutup keinginannya itu kecuali tanah. Dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.

2)Nabi Sulaiman.
Ketika Beliau terfitnah oleh kuda-kuda yang jinak, larinya cepat, dan beliau menyukainya, lantas peringatan Allah datang. Dalam QS Sad 31-34:






[38:31] (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,
[38:32] maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan".
[38:33] "Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku". Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.
[38:34] Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.
 

Namun do’a minta kerajaan yang tidak dimiliki oleh seseorang itu khusus Nabi Sulaiman, karena beliau termasuk hamba Allah yang bisa mensyukuri ni’mat Nya (angin berhembus menurut kehendaknya, bisa memahami perkataan hewan) namun dia tersenyum dan berdo’a. Dalam QS An Naml 18-19:





[27:18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

[27:19] maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

                                                                
Beliau malah berdo’a agar bisa mensyukuri ni’matNya karena kebanyakan manusia bangga dan mencela ketika ni’mat datang, padahal kesenangan dan kesedihan adalah suatu ujian (ketika gembira bisakah bertambah baik? Ketika diuji sabarkah?  Dalam QS Al Anbiyak 35:



[21:35] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
 

3)Nabi Adam ketika merasakan keni’matan surga yang tidak ada duanya dan dipersilahkan untuknya berdua, namun ketika melanggar larangan maka peringatan datang. Dalam QS Al Baqarah 35-37:





[2:35] Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini. yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

[2:36] Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu 38 dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."

[2:37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

    
Anak cucu Adam menyukai kesenangan dunia, namun Allah menawarkan ada perkara yang lebih baik dari itu. Dalam QS Ali Imran 15:



[3:15] Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.


Allah memberi persyaratan bagi mereka yang akan memasukinya dengan berbekal taqwa, siapakah mereka? Dalam QS Ali Imran 16-18:






[3:16] (Yaitu) orang-orang yang berdo'a: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,"
[3:17] (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur
[3:18] Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


a)Orang-orang yang berdo’a (dengan mohon ampunan dan berlindung dari adzab Neraka).
b)Orang-orang yang sabar(ketika datang musibah).
c)Orang-orang yang benar/tidak meyalahi janji baik kepada Allah/manusia.
d)Orang-orang yang ta’at/banyak ibadah dan tidak melanggar hukum Allah.
e)Orang-orang yang menginfakkan hartanya baik dalam kemudahan/kesempitan.
 
Lima perbuatan diatas termasuk konsep untuk menuju kebahagiaan Dunia Akhirat.
Adapun macam-macam do’a dari Rasul sudah tercantum dalam blog (www.faizahmahrus.blogspot.com) berjudul ”SUKSES DENGAN DO’A” (Tahun/bulan 2012/Juni) Tanpa pertolongan Allah manusia tidak akan bisa mampu berbuat baik, untuk itu dianjurkan untuk berdo’a dan Allah akan mengabulkannya.

Mohon ampunan dan berdo’a  termasuk ibadah, begitu juga Rasul berdo'a"Allaahumma innii a'uudzubika minal ma'tsam wal maghram(Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dari dosa dan banyaknya hutang)



                                                                         Wassalam   

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung