pembukaan

Senin, 25 Juni 2012

Sifat - Sifat Calon Penduduk Surga



Add caption
                                
SIFAT _ SIFAT

CALON PENDUDUK SURGA.

 Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Calon penduduk Surga adalah orang yang mempunyai rasa takut kepada Allah, ketika di Dunia dia termasuk orang yang baik, jarang tidur di waktu malam, banyak istighfar ( sebelum subuh ) hartanya untuk fakir miskin yang minta - minta dan yang tidak minta. Sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam QS Az Zariyat 15-19.
 
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ(15)ءَاخِذِينَ مَا ءَاتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ(16)كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ(17)وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ(18) وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ(19)
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman syurga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka, sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian (orang miskin yang tidak meminta).
(QS Az-Zariyat 15-19)

Layak balasan bagi mereka Surga yang penuh dengan keni'matan. Sebagaimana telah disebutkan dalam QS Al Insan 13:

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا

“Didalamnya mereka duduk bertelakan diatas dipan, mereka tidak merasakan didalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan (QS. Al Insan 13)

 Keni'matan Surga memang tidak pernah dialami oleh seluruh manusia waktu di dunia. Sebagaimana yang tercantum dalam hadis Qudsi :

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ : اََعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِيْنَ مَالَاعَيْنٌ رَاَتْ وَلَا اُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَاخَطَرَعَلىَ قَلْبِ بَشَرٍ
 فاَ قْرَؤُا اِنْ شِئْتُمْ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسً مَااُخْفِيْ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ  (الطور ۲۲)

Nabi saw bersabda : Allah Tabaraka wata’ala berfirman “Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih, apa yang belum pernah dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga dan tidak terlintas dalam hati manusia bacalah” maka seseorang tidak mengetahui apa yang disimpan untuk mereka dari hal yang menerangkan mata (QS At-Thur 22)

Karena tidak dapat dibayangkan keni'matan Surga, ketika di Dunia memang belum pernah ada buah- buahan yang apabila dipetik langsung tumbuh, begitu juga bijinya tanpa dihilangkan serta kulitnya tanpa  dikelupas.    
Penghuni Surga  juga makan  daging dan  segala apa yang diinginkan. Sebagaimana yang tercantum dalam QS At Thur 22:

وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ22
“Dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan (QS.At-Thur 22)

Semua keinginannya langsung terpenuhi, tidak ada berak / kencing, apabila kenyang maka berkeringat lantas ditiup oleh angin yang berbau harum ( misik ).


Perintah Allah dalam menuju pengampunan dan Surga

Sebagaimana yang tercantum dalam QS Al Baqarah 133- 136.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ(133)الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ(134)وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ(135)أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُخَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ(136)

 “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari TuhanMu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun diwaktu sempit) dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang jika berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain daripada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. QS Ali-Imran 133-136.

Perbuatan-perbuatan diatas, akan mudah dipraktekkan, apabila kita bandingkan dengan hadis qudsi bahwa Rasulullah SAW bersabda :

يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا لَوْ كَانَتْ لَكَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهَا فَيَقُولُ نَعَمْ فَيَقُولُ قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ 

مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ أَنْ لَا تُشْرِكَ أَحْسِبُهُ قَالَ وَلَا أُدْخِلَكَ النَّارَ فَأَبَيْتَ إِلَّا الشِّرْكَ

Allah Tabaraka Wata’ala berfirman kepada penghuni Neraka yang siksaannya paling ringan : Seandainya kamu memiliki Dunia dan seisinya, apakah kamu akan menebus dengannya? dia menjawab:”ya”, kemudian Allah berfirman: Sungguh Aku berharap lebih ringan dari pada ini sedang kamu masih di sulbi adam, kamu jangan syirik lalu Aku tidak akan memasukkan kamu ke dalam Neraka, namun kamu tidak mau kamu tetap syirik (Hadist Riwayat Muslim 2805, Muttafaq Alaih)

Betapa mahalnya Surga, meskipun ditebus dengan harta (kekayaan) dunia dan seisinya tidak akan dapat di tebus.

 Seorang pimpinan berbahaya apabila tidak berpedoman kepada Al-Kitab, oleh karena itu  meskipun Rasullullah buta huruf tapi hafal, sehingga bacaan Al-Qur’an itu digunakan untuk salat serta berda’wah, dari situlah Allah mengangkat derajat beliau. Untuk itu ada hadits sebagai pendukung::


عَنْ أبي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفْسً اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَعَلىَ مُعْسِرٍ يَسَرَّ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِىْ الدُّ نْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللهُ فِىْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ اْلعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقُااِلىَ اْلجَنَّةِ وَمَااجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتِ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَ سُونَهُ بَيْنهُمْ اِلَّا نَزَلْتَ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيْتَهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَا ئِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّاأََبِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نََسَبَهُ .رواه مسلم.

Dari Abu Dari Hurairah  berkata “Rasullullah bersabda “Barangsiapa menghilangkan penderitaan dunia seorang mu’min, Allah akan melenyapkan penderitaannya di hari Qiamat, barangsiapa mempermudah orang yang tidak bisa membayar hutang (dengan menangguhkan / membebaskan) Allah akan mempermudah kepadanya di dunia dan akhirat```. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah menutupi aibnya di dunia maupun di akhirat. Allah selalu memberi pertolongan kepada hambaNya selama dia memberi pertolongan kepada saudaranya (yang muslim). Barangsiapa memasuki jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mempermudah jalannya menuju surga. Setiap kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca kitabullah, dan sama tadarrus (membaca atau mempelajari artinya) diantara mereka maka ketenangan hati diturunkan kepada mereka, diselimuti dengan rahmat, malaikat mengepung mereka (melingkari mereka karena senang mendengar ayat-ayat Allah). Dan Allah juga menyebut mereka dimuka Malaikat ( karena senang dan bangga terhadap hamba-hamba yang asyik mendengarkan Al-Qur’an dan tadarrus) Barang siapa yang malas (tidak banyak beribadah) maka tidak mencapai sebagaimana orang yang giat sekalipun memiliki nasab baik.(HR Muslim).

 Namun apabila Al Quran dibaca, maka dengarkan dan diamlah agar kamu mendapat rahmat  QS Al A'raf  204. Kecuali azan memang ada perintah untuk mengeraskan suara sebagai panggilan terhadap orang yang akan salat.
 

Diantara sifat Nabi Isa " Berbakti kepada Ibu " Karena mirip dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai berikut :

جَاءَ رَجُلٌ اِلَى رَسُولِ الله صَلَّى الله عَليَْهِ وَسَلَّمْ, فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ الله! مَنْ أَحَقُّ  بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟
 قَالَ: أُمُّكَ قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالََّ: اُمُّكَ ، قَالَ : ثَمَّ مَنْ ؟ قَالَ> اُمُّكَ< قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : ثًمَّ أَبُوْكَ

“Seorang laki-laki datang  kepada Rasullullah lalu bertanya:”wahai Rasullullah! siapakah orang yang paling berhak untuk ditemani dengan baik? beliau menjawab “Ibumu, Dia bertanya lagi, “lantas siapa? Rasul menjawab Ibumu, dia bertanya lagi, “lantas siapa?” Rasullullah menjawab ibumu. Dia bertanya lagi, lantas siapa? Rasulullah menjawab" Kemudian ayahmu " (Muttaffaq Alaih, Bukhari 5971).

Rahasia dari perintah Rasul tersebut, memang perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang salihah, lebih besar dibanding ayah, karena disamping kasih sayang, juga mengarahkan dan berdoa untuk anak - anaknya,  sehingga tidak jauh dari kesimpulan hadits diatas. Mudah - mudahan mereka menjadi anak yang salih / salihah Aamiin.  

Di antara perbuatan-perbuatan penghuni Surga. Sebagaimana Rasullullah pernah bersabda:

وَاَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَا ثَةٌ ذُوسُلْطَانٍ مُقْسِطُ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجَلٌ رَحِيْمٌ رَقِيْقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِى قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيْفٌ مُتَعَفِّفُ ذُوعِيَالٍ 
 
“Orang yang akan menjadi penghuni surga 3 macam : 1. Penguasa yang adil, suka bersedekah dan mendapat pertolongan Allah. 2. Lelaki yang berhati lunak, berbelas kasih kepada sanak kerabat dan orang islam. 3. Orang yang berhati-hati dari perkara syubhat. (HR Muslim 2865).

Berbelas kasih sangat dibutuhkan, karena itu  (ada hadis) yang artinya: “Barangsiapa yang tidak berbelas kasih (kepada anak) maka Allah tidak akan berbelas kasih kepadanya.

 Di antara penyebab manusia masuk kedalam Neraka adalah: Karena ketika di Dunia tidak mau salat, dan tidak memberi makan orang miskin, suka membicarakan yang batil, mendustakan hari pembalasan. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al Muddatstsir 42- 47:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ(42)قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ(43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ(44)وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ(46)حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ(47)
 
“Apakah yang memasukkan kamu kedalam neraka saqar ? mereka menjawab “kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan (orang) miskin dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian (QS Al-Muddatstsir 42-47)

Supaya tidak merasa berat, dalam  memberi makan orang miskin, oleh sebab itu Allah menurunkan ayat sebagai ancaman bagi penimbun harta :

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ(1)الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ(2) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ(3)كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ(4)وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ(5)نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ(6)الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ(7)إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ(8)فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ(9)

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (penyebab kikir). Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak, sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam huthomah. Dan tahukah kamu apa khutomah itu ? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (QS Al-Humazah 1-9).

Allah menganjurkan agar sederhana dalam bersedekah, tidak terlalu kikir dan tidak terlalu pemurah.
Sebagaimana firman Allah:
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا(29)

“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal (QS Al-Isra 29)

Meskipun ada perbuatan sahabat yang mendahulukan tamunya padahal makanan itu untuk keluarga dan dirinya. Hingga Allah bangga dengan perbuatannya, lantas turunlah ayat :

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّاأُوتُواوَيُؤْثِرُونَ  عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(9)

“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajjirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka, dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin) dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu) dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS Al-Hasyr 9)

 Mungkin mereka ingat resiko di hari Qiamat sebagaimana Firman Allah,

وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ

“Dan sekiranya orang-orang yang dzolim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari Qiamat, dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. (QS. Az-Zumar 47.

Saat di dunia, kebanyakan manusia tertipu oleh kemewahan dunia, maka dari itu Allah memberi pesan kepada Rasul agar tidak terpedaya oleh dunia:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى(131)

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu (janganlah terpesona) kepada apa yang telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami coba mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal (QS. Taha 131)


Keterangan : Perkara yang menyenangkan dan yang menyedihkan semuanya adalah suatu cobaan sebagaimana pernyataan Allah dalam QS Al Anbiya' 35: 
 
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
 “
Setiap yang berjiwa akan merasakan mati, Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS Al Anbiya’ 35))
Keterangan : Ketika tertimpa  kesedihan,  kita sabar dan ketika datang kegembiraan, kita bersyukur dan   bertambah baik, jangan sampai ni’mat berubah menjadi azab. Keni’matan apabila tidak di syukuri (ingkar), akan berubah menjadi azab, sebagaimana Allah memberi contoh (kaum Saba')


لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ(15)فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ(16)ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ
 
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (dikatakan kepada mereka) makanlah kalian dari rizqi yang (dianugrahkan) TuhanMu dan bersyukurlah kalian kepada-Nya (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tapi mereka berpaling, maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar, dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, pohon atsl (sejenis pohon cemara) dan sedikit dari pohon sidr (sejenis pohon bidara). Demikianlah kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka dan kami menjatuhkan azab (yang demikian itu) melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. QS Saba’ 15-
 
Oleh sebab itu, Nabi Sulaiman termasuk hamba yang bersyukur ( karena beliau diberi kehebatan yang luar biasa, sebagaimana Firman Allah, “Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik, menurut kemana saja yang dikehendakinya dan ( Kami tundukkan pula padanya ) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, sebagaimana yang tercantum dalam QS Shad 36-37. Dan bisa berbicara dengan burung, faham terhadap pembicaraan semut, maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena ( mendengar ) perkataan semut itu dan dia (Sulaiman) berdo’a :

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS. An-Naml 19)

Diantara perbuatan N Sulaiman dalam mensyukuri ni’mat Allah  ( ketika singgasana Ratu Balqis) di datangkan dihadapan Beliau dalam sekejap mata sebagai cobaan. maka berkata Nabi Sulaiman

قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌز


Rasullullah setelah diangkat menjadi rasul, tahajjudnya malah lebih lama sekali sampai bengkak kakinya. Disebutkan dalam hadist :

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى حَتَّى انْتَفَخَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ أَتَكَلَّفُ هَذَا وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا * (مسلم ۲۸۱

Dari Abu Mughiroh bin Syu’bah berkata sesungguhnya Nabi melakukan salat sehingga dua tapak kakinya bengkak lalu dikatakan kepadanya “Kamu berbuat sedemikian, dan sungguh Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang ? Rasullullah menjawab, “bukankah aku menjadi  hamba yang bersyukur ?” (HR. Muslim 2819)
Keterangan : meskipun ibadah beliau sudah melebihi semua manusia tapi beliau tetap memperbanyak istighfar (mohon ampun pada Allah sehari 70 kali) sebagaimana dalam hadist disebutkan.

  وَاللهِ إِنِّي َلأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً  ( بخارى دعوات  ٦٣٠٧
Demi Allah sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam sehari 70 kali. (HR. Bukhari Da'awat 6307).

Keutamaan orang yang meng infakkan hartanya di jalan Allah.

 a ) Sebagaimana firman Nya dalam QS Al Baqarah 261:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir pada tiap-tiap butir seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah Maha Luas (karunianya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah 261)

b ) Dilipat gandakan. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Hadid 11:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ
Artinya :
Barangsiapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak (QS Al-Hadid 11).

c ) Tidak ada orang yang shadaqah melainkan akan diganti oleh Allah. sbagaimana tercantum dalam QS Saba 39;

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah sesungguhnya Allahku melapangkan rizqi bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambanya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendakinya) dan apa saja yang kau infaqkan maka Allah akan menggantinya dan dialah pemberi rizqi yang sebaik-baiknya.” (QS Saba 39)

d ) Sedekah dengan cara samar atau terang-terangan.

Bagi mereka tidak akan bersedih. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Baqarah 274:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
 
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-Nya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”(QS Al-Baqarah 274)

 d ) Sadaqah samar. Bisa menghapus sebahagian dari kesalahan. Sebagaimana Firman Allah :

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
 
“Jika kamu menampakkan sadaqahmu maka itu adalah baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang faqir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 271)

Bersedekah Yang Baik Jangan Takut Miskin
Firman Allah :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ(267)الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (di jalan) Allah sebagian hasil dari usahamu yang baik-baik dan dari sebagian apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan memicingkan mata terhadapnya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir  sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari pada-Nya dan karunia, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( QS Al-Baqarah 267-268 ).

 Orang bilang hartaku. Yang mana sebenarnya ? Kita kembali kepada hadits:

عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي قَالَ وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ  (مسلم  .
/۲۹٥٨(
Dari Muthorrif dari ayahnya berkata “aku datang kepada Nabi Shallalluh alaihi wasallam sedang beliau membaca al-haa kumut takaatsur, beliau bersabda Anak Adam berkata. “Hartaku, hartaku” lalu Rasulullah bersabda Bukankah kamu tidak  memiliki harta kecuali apa yang telah kamu makan lalu habis atau kamu pakai hingga lusuh atau kamu sedekahkan  lantas akan kekal di sisi Allah.”(HR. Muslim 2985)

Para sahabat sering berdo’a :

رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ أِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُ نْكَ رَحْمَهْ أِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَبْ

Ya Tuhan kami, janganlah Engaku jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia (QS Ali-Imran : 8)

Pepatah mengatakan :
“Tak ada gading yang tak retak maka dari itu apabila ada kehilafan baik tulisannya / bahasanya perlu di ma’lumi dan mahan ma’af.

سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ


Semoga berman faat, bila terdapat hilaf mahan di beri tahu.

                                    Wassalam






2 komentar:

Faizah mahrus mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Faizah mahrus mengatakan...

Alkhamdulillah,dali-dalil/terjemahan nya yg salah cetak,sudah benar InsyaAllah.

Jumlah Pengunjung

Search

Memuat...

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Buku Tamu