pembukaan

Minggu, 04 September 2016

BERQURBAN YANG DITERIMA.


QURBAN HABIL DITERIMA, QOBIL TERTOLAK                   

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTyqnMf7MGFjFEC9Qf_NAC13D2l-bS1CaF7iLV7Vlji9XnPMYJwBg


  1. Orang yang berqurban (berdasarkan taqwa/sebagaimana Habil) merekalah yang diterima di sisi Allah. Dalam QS Al Hajj 37:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡ‌ۚ كَذَٲلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَٮٰكُمۡ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai [keridhaan] Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Pentingnya berdo'a: Allaahumma taqabbal haadzaa min......Ya Allah terimalah ini (korban) dari ....... (disebut namanya yang berqurban), begitu juga hewan yang disembelih jangan sampai cacad/buruk, karena  qurban Qabil tidak diterima sebab buruk, dia hasud karena Qurban Habil diterima. Inilah kedua putra Adam yang menjadi contoh. 

a)SIAPAKAH MUHSININ?
b)SIAPAKAH KADZIBIN?

a)Muhsinin ialah gelar dari Allah yang diberikan kepada hamba Nya yang ta’at  melaksanakan perintah, meskipun berat di hati. Diantaranya: Nabi Ibrahim ketika diperintah menyembelih putranya/Ismail. Dalam QS Assoffat 103-105:
فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُ ۥ لِلۡجَبِينِ (١٠٣) وَنَـٰدَيۡنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبۡرَٲهِيمُ (١٠٤) قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآ‌ۚ إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis [nya], [nyatalah kesabaran keduanya]. (103) Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, (104) sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu [1] , sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Inilah benar-benar suatu ujian yang nyata, lantas Allah menggantinya domba besar (sekedar menguji keimanan hamba Nya). Dalam QS Assoffat 106-107:
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَـٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ (١٠٦) وَفَدَيۡنَـٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٍ۬

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (106) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

KEISTIMEWAAN BERQURBAN

Setelah Nabi di janji oleh Allah (disediakan telaga Al kautsar yang mempunyai banyak kebaikan, jumlah bejananya mirip bintang bintang) lantas beliau diperintah agar mendirikan salat dan menyembelih hewan Qurban. Inilah kesimpulan ketika turunnya QS Al Kausar sebagai pelajaran (setelah di beri kabar gembira lantas diberi tugas) supaya tidak merasa keberatan. Adapun orang yang dilarang mendekati Telaga itu, karena mereka mengerjakan perkara baru setelah beliau wafat. 

Diantara keistimewaannya lagi:

 1) Allah akan mengganti berlipat ganda, karena hal itu sama dengan meminjamkan untuk Allah. Dalam QS Al Baqarah 245:

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنً۬ا فَيُضَـٰعِفَهُ ۥ لَهُ ۥۤ أَضۡعَافً۬ا ڪَثِيرَةً۬‌ۚ وَٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik [menafkahkan hartanya di jalan Allah], maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan [rezki] dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

2)Melatih kesabaran, lebih mendahulukan perintah dari pada kepentingannya, karena berQurban bisa menolak balak, dijauhkan dari kesedihan/merasa bahagia. Bagi mereka pahala. Dalam QS Al Baqarah 274:


ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٲلَهُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ سِرًّ۬ا وَعَلَانِيَةً۬ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati.

3)Nikmat bertambah.
Karena termasuk hamba yang bersyukur, sedangkan janji Allah dalam QS Ibrahim 7:
وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬
Dan [ingatlah juga], tatkala Tuhanmu mema’lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Dari keta’atan Nabi Ibrahim, sehingga Allah memujinya dan menyambut (selamat wahai Ibrahim) dalam QS Assaffat 108-109:

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى ٱلۡأَخِرِينَ (١٠٨) سَلَـٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٲهِيمَ
Kami abadikan untuk Ibrahim itu [pujian yang baik] di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (108) [yaitu] "Selamat sejahtera bagi Ibrahim.

Ucapan selamat karena sukses dalam melaksanakan perintah, adapun selamat ulang tahun adalah bid’ah/berbedalah dengan adat Yahudi. Yang benar itu bersyukur dengan beribadah  (berpuasa/bersedekah/salat) dan lain sebagainya.

Adapun keutamaan berpuasa di bulan Dzul Hijjah, tidak usah diperdebatkan (karena ada yang mengatakan hadisnya hasan/ada yang melemahkan) itulah penilaian manusia (dizaman Rasul hadis tidak ditulis) karena menimbulkan perpecahan.

Yang penting jangan dilarang. Berpuasalah kalian maka akan sehat. Dan Aku (Allah) yang akan membalasnya. Namun sebaik-baik puasa adalah puasa Nabi Dawud (sehari puasa sehari berbuka) Insya Allah ini yang terbaik menurut kesehatan. 

Semoga yang sudah menyiapkan hewan Qurban, diterima oleh Allah, dan yang belum semoga punya rasa iri agar bisa mendahulukan Qurban, karena ada kemauan pasti ada jalan. 


Rasul sering berdo’a (sebelum salam) dengan membaca:
ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WASYUKRIKA WAHUSNI ‘IBAADATIK.
Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk berdzikir kepada Mu dan bersyukur kepada Mu, dan beribadah yang baik pada Mu.

b)SIAPAKAH KADZIBIN?
Yaitu orang yang mendirikan masjid dlirar/yang kedua/ketiga, karena Allah menjelaskan (mereka dengan pasti bersumpah/kami hanya menghendaki kebaikan) dan Allah menyifati mereka itu pendusta. Dalam QS At Taubah 107:
وَلَيَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۖ وَٱللَّهُ يَشۡہَدُ إِنَّہُمۡ لَكَـٰذِبُونَ

Dan mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta [dalam sumpahnya].
  
Sehingga dilarang mendirikan salat didalamnya. Dalam QS At Taubah 108:
لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدً۬ا‌ۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ‌ۚ فِيهِ رِجَالٌ۬ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ‌ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ
Janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa [masjid Quba], sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.

Allah tidak suka perpecahan yang menyebabkan ummat islam kalah, kecuali apabila masjid yang pertama terlalu jauh, sehingga tidak menimbulkan permusuhan.

Termasuk pendusta agama: Orang yang menghardik anak yatim/tidak mendukung untuk memberi makan masakin, dan orang yang lalai (salatnya) serta enggan memberi bantuan. Inilah kesimpulan dari QS Al Ma’un 1-7.

Semoga bermanfa’at dan bisa meningkatkan amal ibadah kita.
 

                                        Wassalam.
      Alamat blog: www.faizahmahrus.blogspot.com
                                      





0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung