pembukaan

Rabu, 07 Oktober 2015

PENYEBAB DATANGNYA RAHMAT HILANGNYA BERKAH





Semua makhluk membutuhkan rahmat, sedangkan keberkahan Langit dan Bumi akan diberikan kepada orang-orang yang beriman dan
bertakwa, sebagaimana janji Allah dalam QS Al A’raf 96:


  
[7:96] Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
 

 Allah memberi penjelasan (dengan mempertahankan keimanan dan takwa) akan mudah mencapai cia-cita, sebagaimanaara penyebab a Al Qeh/berdotah agar sukaak Zakariyya terkabul, Beliau tidak banyak bicara namun banyak bertasbih. Dalam QS Maryam 10-11:



 
[19:10] Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".

[19:11] Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
 

Diantara penyebab hilangnya keberkahan ialah:

a)Tidak berbekal iman/taqwa.
b)Tidak mencegah kerusakan dimuka Bumi.


a)Tidak berbekal iman/taqwa

Kehidupan mereka tidak bisa tentram meskipun kaya, terbukti dari kalangan mereka sering stres, bunuh diri, stroke dan banyak keluhan, untuk itu, benarlah apa yang disebutkan oleh Allah dalam QS Ar Ra’ad 28:



[13:28] (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Iman dan mengingat (Allah) termasuk beristighfar, bertasbih, membaca Al Quran, itu semua bisa mendatangkandisebabkan mengingat Allah  ketenteraman/rahmat. Namun ketika seseorang lengah dari syari’at, maka hilang keberkahan datang kesulitan (sebagai peringatan) Mirip cerita dalam QS Sabak 16-17:




[34:16] Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr

[34:17] Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.


Namun bagi orang yang bertakwa kepada Allah, akan diberi rezeki yang tidak tersangka-sangka. Dalam QS At Talaq 3:



[65:3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.



Memperbanyak istighfar, mudah mencari jalan (keluar) Untuk itu Nabi Nuh menyarankan (agar kaumnya memperbanyak beristighfar) Dalam QS Nuh 10-12:






[71:10] maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,

[71:11] niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

[71:12] dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.


Termasuk orang yang beruntung adalah mereka yang selamat dari sifat kikir dan suka berkorban/berinfak baik untuk keluarga maupun untuk Negara maka balasannya berlipat ganda. Dalam QS At Taghobun 16-17:




[64:16] Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta'atlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[64:17] Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

Bukan karena harta dan anak yang menyebabkan manusia dekat kepada (rahmat) Allah, karena semuanya adalah titipan.  

Banyak istri yang berkorban untuk keluarga, Negara yang meringankan beban rakyat, namun semuanya menerima balasan. Sesuai dengan janji Allah dalam QS Sabak 37-39:





[34:37] Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).

[34:38] Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.


[34:39] Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

 
     
Negara-Negara yang meringankan beban rakyatnya malah kaya, mirip maksud hadis”Allah akan senantiasa menolong hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya. Tidak akan berkurang harta yang diinfakkan, semuanya mendapat balasan.


b)Tidak mencegah kerusakan dimuka Bumi.

Penduduk/keluarga yang baik, bisa mendatangkan rahmat. Sebaliknya penduduk yang rusak berdampak sengsara. Untuk itu Zulkarnain diminta agar memasang dinding (pemisah) Dalam QS Al Kahfi 94:



[18:94] Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" 



Ya’juj ma’juj adalah manusia pengerusak di Bumi Allah, untuk itu Zulkarnain memasang dinding penghalang (dari besi) dan dia mengatakan bahwa dinding tersebut merupakan rahmat Allah. Dalam QS AlKahfi 98:


 
[18:98] Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar"


Setelah janji Allah datang (Ya’juj dan ma’juj) berbaur sebagai tanda. Dalam QS Al Kahfi 99-100: 




 [18:99] Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya,

[18:100] dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas,
Semoga Allah memberi kekuatan iman kepada kita.

                          Wassalam

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung