pembukaan

Sabtu, 06 September 2014

SUDAHKAH ANDA ITTIBA’?

n



Ittiba'/mengikuti perbuatan Rasul, memang dicintai oleh Allah dan diampuni dosanya, namun belum  aku jumpai orang yang bisa ittiba' dari semua perbuatannya, karena selama hidupnya(setelah diutus menjadi nabi), semua perbuatan beliau terkontrol oleh wahyu. Contoh: Adab dalam pernikahan/hidup berRumah tangga, tentang makan, tidur, berda'wah dan lain sebagainya. Untuk itu tidak semua orang bisa ittiba', karena masing-masing orang/golongan punya kelebihan dan kekurangan, benar perintah Allah agar saling memberi wasiat, karena barang siapa mati dibawah bendera kefanatikan maka matinya mati Jahiliyyah. Kebaikan seseorang kita buat pedoman, yang berlebihan harus ditinggalkan. Kembalilh kepada QS Al An ‘am 153:





[6:153] Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.



Da’i/pimpinan mengarahkan bawahan, ibu memperhatikan anaknya, seorang Dokter mengobati pasiennya, semua butuh kesabaran dan perjuangan serta pengarahan supaya berhasil/sukses. Adapun konsepnya adalah menghindari larangan, karena larangan ibarat lampu merah/harus berhenti sebab berbahaya. Larangan Allah lebih kita perhatikan. Diantaranya tercantum dalam QS Al Anfal 46:


46) Ta'atilah Allah dan rasul Nya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah! Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.

Ayat berikutnya ada larangan agar tidak bersifat angkuh dan menghalangi manusia untuk beribadah tapi godaan setan selalu merasa benar. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Anfal 47-48:   













[8:47] Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.


[8:48] Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.


Untuk itu ketika aku mendengar ada Masjid yang dirusak/ditotoli keramiknya, lantas jama’ahnya berpecah belah, kejadian ini menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab. Bagaimana mengaku ittiba’ tapi melanggar ayat? Andaikan ittiba’ beneran, mestinya seperti Rasul (dalam hal yang dlorurat beliau tidak komentar/diam yang menunjukkan boleh) sebagaimana ketika ada sahabat yang sujud ketika panas dengan beralas baju, untuk itu Masjid tidak boleh disamakan dengan Gereja. Berkaitan dengan judul "BIKINLAH MUDAH" Tahun/bulan 2014/Mei.
  
Komentar Faizah: Orang-orang yang salat di Masjid mereka memiliki keimanan, meskipun ada yang berkeimanan sebiji dzarrah karena tingkat keimanan seseorang berbeda, oleh sebab itu Allah berfirman dalam QS Al Zalzalah 7-8:




[99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

[99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. 


Yang paling berbahaya adalah kesyirikan karena hal itu bisa menghapus pahala/kebaikan seseorang. Untuk itu berhati-hatilah terhadap perbuatan yang menyekutukan Allah. Begitu juga disekitar Masjidil Haram, dulu ditempati berhala-berhala sebagai Tuhan. Namun akhirnya berhasil dimusnahkan oleh rasul/sahabatnya. 


2)Larangan saling mengolok-olok. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Hujurat 11-12:










[49:11] Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.



Orang yang mengaku ittiba’ namun suka mencela/menggunjing, berarti butuh perbaikan lagi. Berkaitan dengan hal ini sudah tercantum dalam blog "SEMUA GOLONGAN MERASA BENAR" tahun/bulan 2013/Agustus. 

3)Larangan berlebihan (dalam berbicara) kecuali yang jelas haram. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS An Nahl 116:









[16:116] Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

Selama ada keringanan/tidak diharamkan, maka perintah menghancurkan keramik belum saya jumpai dalilnya. Saya pernah mendengar hadis yang maksudnya (bagi yang meludah/berdahak masih bisa dengan ujung bajunya).
Begitu juga melepas sandal masih pernah dilakukan oleh Rasul/diperbolehkan karena terpaksa, ketika ada kotoran sehingga Jibril menegurnya. Ada yang berpedoman hadis” Berbedalah dengan kaum yahudi maka sesungguhnya mereka salatnya tidak memakai sandal”. Ada yang bilang “Sekarang orang-orang Yahudi/Nasrani salatnya memakai sepatu. Perobahan zaman, sehingga Rasulullah tidak melarangnya.
Adapun yang jelas haram, tapi Allah memberi keringanan terhadap hamba Nya. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Baqarah 173:






[2:173] Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dalam keadaan terpaksa, maka tidak berdosa. Alangkah besarnya rahmat Allah. Inikah maksud hadis”Sesungguhnya agama itu mudah”?

4)Hindari perbuatan syirik. Sebagaimana tercantum dalam QS Ar Rum 31-32:




[30:31] dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

[30:32] yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

        
Diantara tandanya orang syirik adalah mereka yang memecah belah persatuan ummat islam karena merasa benar, sehingga meremehkan/menolak pendapat orang lain. Padahal ada hadis” Tidak akan masuk Surga orang yang didalam hati kecilnya terdapat kesombongan”.
Apabila ingin seperti perbuatan Rasul,  tirukan saja tanpa banyak komentar/mewajibkan/mengharamkan/perintah merusak keramik yang menyebabkan perpecahan ummat islam.

5)Jangan terpesona harta, bersikaplah rendah diri. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Hijr 88:





[15:88] Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada keni'matan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang  kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.
Tidak rakus terhadap harta/kedudukan, menyebabkan ikhlas dan ringan tangan, merupakan akhlak yang terpuji sehingga menyebabkan kebenaran mudah diterima, karena tanpa sifat ini maka ilmu bisa dipermainkan. Contoh: Tarif pesantren puluhan juta, begitu juga pengajian/cerama, karya tulis, inilah kenyataan di zaman  sekarang. Begitu juga rendah diri yang menyebabkan diangkat derajatnya oleh Allah. Mirip dengan akhlak Abu Bakar meskipun dia akan memasuki Surga dari beberapa pintu (babuljihad, babusshadaqah, babusshalah, baburrayyan).Tapi anehnya beliau tidak pernah bangga atas perbuatannya/membid’ahkan yang lain. Meskipun semua bid'ah itu sesat tapi cara menghilangkannya dengan cara yang bijak dan bertahap. Begitu juga para sahabat.

KONSEP KEBERHASILAN PARA RASUL.

1)Para Rasul berda’wah/menjalani tugas hidup dengan ikhlas tanpa upah, Nabi Musa diangkat menjadi Nabi, setelah berkhidmah kepada Nabi Syu’aib 8/10 tahun. Rasul berda’wah selama 23 th, selama itu kehidupan beliau menaklukkan/menyadarkan penyembah berhala, beliau berjuang disertai kebijaksanaan tanpa mencela atau memaksa, apalagi kata-kata yang menyakitkan hati, namun dengan memberi kabar gembira “Orang yang beriman dan beramal salih akan dimasukkan Surga, bagi orang Kafir Nerakalah tempatnya). Beliau sering menyebutkan tentang pahala/keutamaan jihad, salat/ membaca Al Quran, sadaqah, bertasbih, dan lain sebagainya. Dengan sendirinya mantan jahiliyyah ini lupa adat-istiadat dulu. Mungkin lebih baik disebut Muallaf agar lebih halus bahasanya. Cara ini mirip dengan perintah Allah dalam QS An Nahl 125:dupan beliau menaklukkan kafirpah.







[16:125] Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.




2)Banyak menyebut nama Allah.
Orang yang paling tinggi derajatnya disisi Nya adalah mereka yang paling takut kepada Allah, untuk itu Rasul banyak berkorban/menanggung makan dlu’afa, banyak menyebut nama Allah pagi/petang, salat tahajjudnya tidak pernah ditinggalkan, dengan demikian beliau di selamatkan dari kegelapan/ditunjukkan jalan yang terang benderang. Sebagaimana tercantum dalam QS Al Ahzab 41-43:







[33:41] Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

[33:42] Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

[33:43] Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. 



3)Mempunyai sifat penyantun dan penyayang. Sebgaimana tercantum dalam QS At Taubah 128:





[9:128] Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.



Sehingga tidak ada orang islam yang benci kepadanya, hanya orang kafir yang benci bahkan beliau akan dibunuh. Cerita ini tidak bisa dibuat pedoman bagi orang yang tidak disukai oleh banyak orang (disebabkan kurang bijak dalam berda’wah).  Beliau banyak perhatian/berkorban, yang menyebabkan semua ummatnya mengakui bahwa beliau adalah Nabinya. 

       
Semoga konsep diatas bisa bermanfa’at bagi ummat islam, mudah-mudahan dari kalangan orang kafir bisa mengambil manfa’at yang akhirnya masuk islam sebelum penyesalan selama-lamanya.

     Wassalam .
    

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung