pembukaan

Minggu, 07 Juli 2013

TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA.




Bismillaahirrahmaanirrahiim.


Allah yang Maha Bijaksana  memahami bahwa sebahagian manusia suka memperdebatkan  ayat- ayat Allah tanpa alasan ( bukti ) berarti didalam dada mereka terdapat kesombongan. Sebagaimana yang tercantum dalam QS Ghofir 56:

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ(56)
Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Menghargai kebaikan manusia adalah sebahagian sifat tawadlu' karena disebutkan dalam hadits sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah itu bagus menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia."


Hal ini sering terjadi terutama yang mengikuti golongan, sehingga tidak terasa bahwa larangan  / perintah  Allah apabila dilanggar, berbahaya ( memikul dosanya dan dosa orang yang mengikutinya )
Sebagaimana yang tercantum dalam QS An Nahl 25- 26:

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ(25)قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ(26)

(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.

Contoh: Siapakah yang bertanggung jawab kalau Allah sudah mewajibkan puasa Ramadlan atau melarang untuk berpuasa ?  lantas mereka berbeda pendapat. Padahal tidak mungkin terjadi  ( yang satu melihat Bulan dan yang satunya tidak melihat ) ? Inilah tanggung jawab besar sebagai pimpinan hendaknya bermusyawarah dan melaksanakan perintah, karena Rasulullah SAW sudah bersabda:
عن ا بن عمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
وَقَالَ غَيْرُهُ عَنْ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ وَيُونُسُ لِهِلَالِ رَمَضَانَ
Dari Ibnu'Umar radliallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kamu melihatnya maka berpuasalah dan jika kamu melihatnya lagi maka berbukalah. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan) ". Dan berkata, selainnya dari Al Laits telah menceritakan kepada saya 'Uqail dan Yunus: "Ini maksudnya untuk hilal bulan Ramadhan". HR Bukhari

Yang berkaitan dengan hadis tersebut sudah tercantum dalam blog yang berjudul “ DAHSYATNYA GODAAN SETAN “Bulan dan tahunnya 2012 / 07 
   
Berdasarkan hadits diatas,  bahwa permulaan Bulan tidak bisa ditentukan sebelum melihat Rukyat ( kapan dimulai puasa dan kapan permulaan bulan Syawwal, kecuali bila tertutup oleh awan maka disempurnakan 30 hari ). Mestinya ummat islam harus kompak  ( dalam menjalankan perintah ini ) agar berpuasa /
berbuka  tepat  pada waktunya,  Karena apabila belum masuk bulan Ramadlan, lantas ada yang mulai berpuasa, ini  berbahaya karena hari syak dilarang berpuasa. Begitu juga “ IDUL FITRI “ ( Apabila masih belum melihat bulan, lantas ada yang berbuka karena mendahului lebaran ) berarti menjadi penyebabnya ummat islam tidak berpuasa. Siapakah yang berani menanggung dosanya orang – orang  yang tidak berpuasa ?       
Allah akan memberi balasan sesuai dengan amal perbuatan manusia dan Allah tidak pernah menganiaya kepada hamba Nya,  Sebagaimana yang tercantum dalam QS Fushshilat 46:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ(46)
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).

 Namun  hukum Allah diibaratkan tali yang sangat kuat ( karena yang bermanfaat untuk manusia diperintahkan, dan yang membahayakan dilarang  ).  Sebagaimana Allah menjelaskan dalam firman Nya QS Al Baqarah 256:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(256)
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Begitu juga Rasulullah SAW  ketika ada sahabat yang berbai’at untuk ta’at, maka Beliau bersabda semampumu. Namun Rasulullah menerangkan bahwa  besok dihari kiamat ada Telaga kautsar yang dijanjikan untuk ummatnya. Tapi ada yang dilarang untuk mendekatinya. Siapakah mereka itu ? Yaitu orang yang melakukan ajaran baru setelah Rasulullah wafat. Adapun hadisnya sudah tercantum dalam blog yang berjudul “ PERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK MASA DEPAN KE ll ” Bulan dan tahunnya  2012 / 06.
        
Berhubung keni’ matan dunia sangat mempesona, sehingga kebanyakan manusia memilih  (keuntungan / kesenangan ) dunia. Orang seperti ini tidak akan mendapat bagian  ( kesenangan ) di akhirat. Sebagaimana yang tercantum  dalam QS Asy Syura 20:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ(

 Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di Ahirat.


Adapun acaman bagi orang yang berpaling dari ajaran Al Quran maka besok dihari kiamat berwajah muram. Sebagaimana tercantum dalam QS Taha 100- 102:

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا(100)خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا(101)يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا(102)

Barangsiapa berpaling daripada Al Qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat, (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;


Padahal bagi orang yang takut kepada Allah, akan diberi balasan dengan kemenangan yang agung dan menyenangkan ( didalam taman –  taman dan mata air- mata air, pakaiannya sutera, diberi pasangan Bidadari yang bermata jeli, macam- macam buah yang di inginkan, dijauhkan dari azab Neraka ). Sebagaimana yang tercantum dalam QS Ad Dukhan 51- 59:   

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ(51)فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ(52)يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ(53)كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ(54)يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ ءَامِنِينَ(55)لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَى وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ(56)فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(57)فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ(58)فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ(59)

59) Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran. Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).

Sebenarnya  diantara penyebab ( manusia berani menjual agamanya ) hanya karena takut kehidupannya hina dan fakir, untuk itu  sangat tepat doa Rasul  ( minta dijauhkan dari kefakiran dan kehinaan ). Sebagaimana tercantum dalam hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ.
Dari Abu Hurairah rhadhiyAllahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengucapkan: "ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL FAQRI WALQILLATI WADZ DZILLATI, WA A'UUDZU BIKA MIN AN AZHLIMA AU UZHLAMA" (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kafakiran, kekurangan dan kehinaan dan aku berlindung kepada-Mu dari aku berbuat dzalim atau didzalimi). HR Abu dawud.

Adapun yang berkaitan dengan bulan Ramadlan dan salat malam bisa dilihat dalam judul " KEUTAMAAN PUASA ". Bulan dan tahunnya 2013 / 07.
  
    .       Semoga Allah memberi hidayah kepada orang yang mengikuti petunjuk .

                                     Apabila terdapat hilaf mohon diberi tahu.

                                                               Wassalam.

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung