pembukaan

Minggu, 17 Maret 2024

Untuk Ketua Dubes Saudi Arabia.

 

 

 

 

Untuk Ketua Dubes Saudi Arabia.

Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada kita & kepada orang yang menyampaikan kebenaran. Sekitar dua bulan yang lalu saya berkirim surat kepada” Putra Mahkota Amir Muhammad Bin Salman Ali Saud melalui pos”

Kena Apa Ditolak?

Alasannya tidak menerima surat dari perorangan & tolong sampaikan kepadanya, agar sesuai perintah QS Maidah 67. Semoga bapak ketua dibalas dengan limpahan rahmat. Adapun isi surat itu ibarat teguran sebab, asalnya undang undang Arab Saudi itu AlQuran tapi dirubah, sehingga banyak diprotesi & banyak pelanggaran, mirip ayat, dalam”

1) QS Ali Imran 90-91”  

 

innalladzîna kafarû ba‘da îmânihim tsummazdâdû kufral lan tuqbala taubatuhum, wa ulâ'ika humudl-dlâllûn

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobatnya dan mereka itulah orang-orang sesat.

91)

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْ اَحَدِهِمْ مِّلْءُ الْاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوِ افْتَدٰى بِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ وَّمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَࣖ ۝٩١

 

innalladzîna kafarû wa mâtû wa hum kuffârun fa lay yuqbala min aḫadihim mil'ul-ardli dzahabaw wa lawiftadâ bih, ulâ'ika lahum ‘adzâbun alîmuw wa mâ lahum min nâshirîn

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sebagai orang-orang kafir tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak ada penolong bagi mereka.

Akibat dari bermegah megahan telah melailakan orang dari ketaatan, padahal mereka akan diperlihatkan neraka Jahim & semua nikmat akan ditanyakan. Apalagi kerajaan Saudi, harta melimpah, sedikit rakyat, mestinya disyukuri, lanjutkan perjuangan” Abah Abdul Aziz Ali Saud” Yang memperjuangkan undang undang AlQuran, karena Yahudi Nasrani tidak akan rela, yakni ingin merusak syiar, termasuk wanitanya karena mereka itu tiang Negara, supaya hilang keberkahan, datang peringatan.

Kisah kaum Saba’ yang tidak bisa mensyukuri nikmat, sehingga berubah menjadi azab. Lihat QS Saba’15-17. Lawan ingin merusak kerajaan islam & setelah menguasai kekayaannya, maka merusak para wanita dengan cara:

*Supaya bekerja diluar Rumah*

Sehingga mereka bertugas di bandara, hotel, padahal itu menentang ayat karena, tugas mereka di rumah, banyak salat, baca Quran & ketika bekerja diluar, banyak pelanggaran.  Tahun 2002 saya berdua mendatangi panggilan haji (Raja Fahad), semua petugas lelaki, tidak ada wanita. Sekarang berubah & bermake-up, itu pelanggaran, termasuk ayat, dalam”

2)QS  Ahzab 33”

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ ۝٣٣

wa qarna fî buyûtikunna wa lâ tabarrajna tabarrujal-jâhiliyyatil-ûlâ wa aqimnash-shalâta wa âtînaz-zakâta wa athi‘nallâha wa rasûlah, innamâ yurîdullâhu liyudz-hiba ‘angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuthahhirakum tath-hîrâ

Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Pekerjaan rumah tidak layak diserahkan pelayan wanita (bukan mahram), kecuali anak lelaki yang belum paham aurat wanita atau pria tua yang tidak punya syahwat. Adapun ayat hijab tidak layak dirubah (lihat QS An Nur 31 & Ahzab 53). Kecuali sudah tua, tidak haid & tidak ingin menikah, tanpa tabarruj, maka diperbolehkan lepas hijab & jika dia memelihara kehormatannya maka itu lebih baik (An Nur 60). Begitu juga terhadap mahramnya, boleh berjumpa tanpa tabir (Ahzab 55).

Untuk suara, wanita dilarang melunakkan, apalagi berirama, anehnya, di Maroko, Turki mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran diikuti wanita berbagai negara, mungkin dikiranya Musabaqah itu pahala, padahal itu BID’AH melanggar ayat, dalam”

3)QS Ahzab 32”

يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًاۚ ۝٣٢

 

yâ nisâ'an-nabiyyi lastunna ka'aḫadim minan-nisâ'i inittaqaitunna fa lâ takhdla‘na bil-qauli fa yathma‘alladzî fî qalbihî maradluw wa qulna qaulam ma‘rûfâ

Wahai istri-istri Nabi, kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka, janganlah kamu merendahkan suara (dengan lemah lembut yang dibuat-buat) sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.

Menegur imam salat dengan tepukan, agar tidak menimbulkan fitnah. Sangat tidak layak jika TV ditayangkan, sehingga Negara lain mengira boleh wanita Qoriah bersuara, Allah tidak suka & tidak akan diberi hidayah, mereka ibarat keledai memikul kitab yang tebal (AlQuran dibaca, isinya dilanggar), lihat QS Jumah 5.

Jangan biarkan mereka lalai, tapi kembalikan pada kebenaran” Berlomba lombalah dalam kebaikan….” Dukunglah ketaatan mereka agar bisa melanjutkan prilaku para istri Nabi yang pahalanya dua kali lipat, dijelaskan dalam”

4)QS Ahzab 31”

۞ وَمَنْ يَّقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُّؤْتِهَآ اَجْرَهَا مَرَّتَيْنِۙ وَاَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيْمًا ۝٣١

wa may yaqnut mingkunna lillâhi wa rasûlihî wa ta‘mal shâliḫan nu'tihâ ajrahâ marrataini wa a‘tadnâ lahâ rizqang karîmâ

Siapa di antara kamu (istri-istri Nabi) yang tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh, niscaya Kami anugerahkan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

Adapun konsep agar selamat dunia ahirat, kerajaan bertahan, ikuti konsep N Sulaiman, beliau banyak salat/  zikir, tidak sempat hiburan, sehingag ketika ajalnya datang, tidak ada yang tahu kecuali tongkat yang di tangannya, beliau tersungkur, lihat QS Saba’15-17.  

Banyak zikir/ salat, penyebab datangnya rahmat, hidayah & ampunan serta pahala yang mulia. Termasuk wuquf di Arafah, habis salat zuhur keluar dari tenda, tanpa naungan/ payung sebab tidak ada uswahnya. Di hari Ba’as, manusia dibangkitkan dalam keadaan panas menyengat & semua telanjang, belum bisa ditentukan nasib seseorang kecuali setelah dihisab. Nabi sering berdoa” ALLAHUMMA HASIBNI HISABAN YASIRA” Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah”.

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya, tapi bagi orang yang teguh pendirianya/ lurus, istikomah ibadah, malaikat bilang Jangan kamu takut & jangan kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan padamu.

Jika ada ancaman dari lawan” Bacalah doa yang dibaca oleh Talut melawan Jalut” Rabbana Afrigh Alaina Shabran Wasabbit Aqdamana Wansurna Alal Qaumil Kafirin” Dalam”

5)QS Baqarah 250”

وَلَمَّا بَرَزُوْا لِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ قَالُوْا رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَۗ ۝٢٥٠

wa lammâ barazû lijâlûta wa junûdihî qâlû rabbanâ afrigh ‘alainâ shabraw wa tsabbit aqdâmanâ wanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn

Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

Mintalah pertolongan (kepada Allah), dengan sabar dan salat, sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar” Pimpinan punya tugas berat” N Ibrahim diperintah” Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang padamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap onta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh (QS Al Haj 27).

Anggaplah tambah rakyat tambah kuat & jika sedikit rakyat, Negara kaya jadi incaran lawan. Rakyat ibarat anak, jangan dibunuh…..Al-Israk 31. Maksudnya, berilah kebebasan & jangan dipersulit. Agar bisa menang, gunakan malam yang mulia untuk salat” Maka bacalah apa yang kamu anggap paling mudah dari AlQuran” Lihat QS Muzzammil 20. Perintah itu diulang 3 x karena pentingnya bacaan AlQuran, selain salat juga infak untuk kebaikan, sehingga dihilangkan semua hambatan.

Namun orang kafir benci ayat & bikin cara INVES padahal titip di banknya Allah/ infak itu yang terbaik, sesuai ayat dalam”

6)QS Baqarah 276”

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ 

yam-ḫaqullâhur-ribâ wa yurbish-shadaqât, wallâhu lâ yuḫibbu kulla kaffârin atsîm

Allah menghilangkan (keberkahan dari) riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa.

Sebaik baik infak, adalah harta itu masih kamu sukai, namun kamu infakkan, maka dibalas dengan banyak kebaikan (QS Ali-Imran 92). Lawan suka mengancam agar orang islam takut, padahal mereka tidak bisa berbuat sesuatu melainkan atas izin Allah, sehingga Dia berpesan agar kita lebih takut kepada Allah & orang kafir munafik, janganlah ditaati, namun bertawakkallah kepadaNya & ikutilah isi AlQuran (yang bisa menyelamatkan saat di dunia & di ahirat). Lihat QS Ahzab 1-3.

Orang kafir & munafik itu teman terburuk, ibarat penyakit kudis, mudah menular tapi”  Barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan memberi kecukupan & pertolonganNya akan datang, tapi jika harta keluarga & tempat tinggal lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya, atau tidak sabar diuji, datang teguran, lihat QS Taubah 24.

Ketika ada ulama berbeda pendapat, kita diperintah kembali pada ayat, dalam”

7)QS An Nisa’59”

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ۝٥٩

yâ ayyuhalladzîna âmanû athî‘ullâha wa athî‘ur-rasûla wa ulil-amri mingkum, fa in tanâza‘tum fî syai'in fa ruddûhu ilallâhi war-rasûli ing kuntum tu'minûna billâhi wal-yaumil-âkhir, dzâlika khairuw wa aḫsanu ta'wîlâ

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

Termasuk fatwa ulama’ Saudi/ Bin Baz, diikuti ulama sedunia, tanpa perbandingan ayat & ikut pengarang kitab yang melarang wanita nifas tidak salat 40-60 hari tanpa ada hadis/ ayat yang melarang, hanya cerita dusta” Kami istri istri Nabi duduk duduk selama 40 hari. Jawabku (Faizah): Itu bukan larangan salat & istri Nabi tidak ada yang nifas, anehnya, fatwa itu diikuti ulama sedunia, dikira benar & langsung tersebar, itu jariyah dosa, sehingga orang yang memperdagangkan tulisan, diancam”

CELAKALAH x 3 tidak akan berkah hasil dari usahanya itu karena diada adakan yang penting tebal hargan mahal. Itulah yang dimaksud QS Baqarah 79. Abu Bakar tidak jual beli ayat, takut menduakan AlQuran, apalagi jika isinya bertentangan dengan ayat, dosa cepat menyebar, kecuali untuk amar makruf nahi mungkar, balasannya berupa rahmat (lihat QS Taubah 71).     

Yang dilarang salat itu hanyalah orang mabuk & junub, dijelaskan dalam”

8)QS An Nisa 43”

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكٰرٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا 

yâ ayyuhalladzîna âmanû athî‘ullâha wa athî‘ur-rasûla wa ulil-amri mingkum, fa in tanâza‘tum fî syai'in fa ruddûhu ilallâhi war-rasûli ing kuntum tu'minûna billâhi wal-yaumil-âkhir, dzâlika khairuw wa aḫsanu ta'wîlâ

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

Begitu juga Haid yang tercantum dalam QS Baqarah 222. Karena darah kotor & Nabi melarang salat sehingga suci. Melarang salat itu berat, harus ada ayat. Apalagi banyak perintah salat (QS Toha 14 & 132). Adapun Nifas itu darah istihadhoh, sesuai pesan Nabi kepada istri AbuBakar (habis bersalin)” Mandilah, tutuplah farjimu dengan kain lantas IHRAMLAH tanda suci” Berbuatlah segala sesuatu kecuali jima’”

Dari golongan paraNabi, keturunannya yang terpilih & diberi Nikmat, jika dibacakan ayat2 Allah, mereka tunduk, bersujud & menangis. Tapi diganti kaum yang menga baikan salat, dijelaskan dalam”

9)QS Maryam 59”

فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّاۙ ۝٥٩

fa khalafa mim ba‘dihim khalfun adlâ‘ush-shalâta wattaba‘usy-syahawâti fa saufa yalqauna ghayyâ

Kemudian, datanglah setelah mereka (generasi) pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu. Mereka kelak akan tersesat.

Kecuali bagi mereka yang bertobat & berbuat kebaikan, maka mereka akan dimasuk kan ke dalam surga & tidak akan dizalimi. Saya berpesan pada diriku & para pembaca terutama Amir Muhammad agar bisa menerima kebenaran ayat yang saya sampaikan sehingga hidayah bertambah, dengan mohon ampun kepada Allah karena Dialah yang menyediakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, untuk orang yang bertakwa, termasuk mereka yang mohon ampunan kepada Allah, dalam”

10) QS Ali Imran 135”

š وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝١٣٥

 

walladzîna idzâ fa‘alû fâḫisyatan au dhalamû anfusahum dzakarullâha fastaghfarû lidzunûbihim, wa may yaghfirudz-dzunûba illallâh, wa lam yushirrû ‘alâ mâ fa‘alû wa hum ya‘lamûn

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).

Katakanlah, kebenaran telah datang & kebatilan akan lenyap. Semoga bisa berubah & jika ayat itu diabaikan, dosa membengkak, ancaman azab dua kali lipat, itulah yang dimaksud QS Al-Isra’73-75.

 

Semoga bermanfaat dunia ahirat. AMIN.

                                        Wassalam. Faizah binti Yaimam Hambali.

                                                            No WA 0895 2734 4484.

                                                    www.faizahmahrus.blogspot.com

 

 

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung