pembukaan

Sabtu, 02 Maret 2024

JUJUR ITU BERWIBAWA

 

   



                                           Bismillahir Rahmanir Rahim.

                                                      JUJUR itu BERWIBAWA.

Tambahan judul kemarin (21 Pebruari = Taatilah Isi AlQuran), karena rakyat menolak Pemilu curang, dari para pejuang sehingga mereka minta agar digunakan hak angket & jika 02 menolak, berarti menolak keadilan & itu melanggar ayat termasuk mendurhakai pesan Nabi” Bikinlah mudah & jangan mempersulit, berilah kabar gembira & jangan bikin orang lari” Mestinya dipahami agar 02 tidak memaksakan jadi presiden, apalagi berkali isyarah yang diberikan kepadaku itu AMIN yang unggul, meski dilawan sejuta cara, agak susah.

Ibaratnya rambut yang kusut morat marit/ jendel sulit diatur. Apakah keadaan seperti ini masih ada fatwa sesat” Milih Presiden Itu Yang Kaya, Agar Anis ngalah, Prabowo yang jadi Presiden. Semua anggota DPR itu Korea. Jawabku (Faizah): Semua fatwa itu hanya karena uang sehingga banyak rakyat terzalimi & tertipu, tidak ada lagi cara kecuali dengan hak angket & jika ditolak berarti melanggar ayat yang merintah adil, termasuk UUD pancasila ke dua, begitu juga Nabi berpesan

Bikinlah mudah & jangan mempersulit, berilah kabar gembira & jangan bikin orang lari. Apabila kecurangan dipertahankan, itu termasuk ayat dalam

1)QS Al-A’raf 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

( 179 )   Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.  


Mestinya katakan pada P Wowo” Mundur saja & perbaiki dulu hubunganmu dengan Tuhan mu karena ngurus Negara ini beban berat (jutaan ulama, habaib, para pejuang & jendral serta mahasiswa & penghapal Quran, santri, semua menolak PEMILU CURANG. Orang yang mengaku beriman tidak suka bikin masalah apalagi dusta adalah sikap munafikin. Untuk itu, saya berpesan ke pada para pejabat tinggi Negara, kalian dibayar oleh rakyat, tanggapilah keluhan mereka & pilihkan pimpinan yang rajin ibadah menuju keselamatan dunia ahirat.

Bukan malas salat, pemarah, pernah melanggar HAM tidak layak didukung, meski diberi bintang empat tapi banyak diprotes sebab ternoda & banyak melanggar ayat berarti menyakiti Allah baginya laknat. Adapun menyakiti orang beriman tanpa ada salah yang mereka perbuat, itu dosa, baik tipuan, ancaman, paksaan atau tekanan harga & menolak hak angket itu semua termasuk dosa, mirip ayat dalam  

2)QS Ahzab 58

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

( 58 )   Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

Mestinya akal sehat membela yang jujur & berwibawa, biar tidak diprotesi, dicaci, lebih baik milih penghargaan dari Allah karena orang yang paling mulia di sisi Nya, ialah mereka yang bertakwa. Dan jika DPR, MPR milih kemewahan dunia, maka penjara akhirat lebih parah, tidak bisa ditebus meski dengan emas sepenuh bumi (lihat QS Ali Imran 91) karena azab akhrat adalah pembalasan terahir. Berbeda dengan penjara dunia, masih ada cara, banyak istighfar, bertobat & memperbaiki dirinya serta hartanya untuk makan orang miskin. Tinggal pilih saja, tidak ada paksaan dalam menganut agamaAllah, semua akan dibalas sesuai perjuangan, mirip penjelasan ayat dalam

3)QS Muhammad 15

مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

( 15 )   (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?

 Sehingga Nabi Ibrahim nekat menghancurkan berhala yang paling besar, lantas beliau di bakar kaumnya, tapi disambut oleh Allah” SALAMUN Ala IBRAHIM….” Selamat sejahtera atasmu wahai Ibrahim” Meski dibakar kaumnya namun api terasa dingin (lihat QS Anbiyak 68-69). Itu balasan di dunia, balasan akhirat berupa surga karena memperjuangkan syariat Allah meskipun besar tantangan tetap semangat & bukan membanggakan harta karena harta adalah fitnah kecuali jika diinfakkan di jalan Allah.

Dan ketika rakyat dijauhkan dari AlQuran, mereka beranggapan harta itu kekal & memba hagiakan, padahal banyak orang bunuh diri karena setres, akibat harta yang disimpan itu menyebabkan si pemiliknya dilempar kedalam Hutomah yakni Api azab Allah yang dinya lakan. Yang (membakar) sampai ke hati. Karena sangat panasnya, dijelaskan lagi dalam

4)QS Humazah 8-9

 إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ  فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

( 9 )   (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Betapa pedihnya azab sehingga bagi orang yang ingin hidup berkah, rezeki mudah, taatilah perintah Allah sesuai ayat” Jika mereka beriman & bertakwa/ taat ibadah, Sungguh akan Kami limpahkan pada mereka berkah dari langit & bumi, tapi mereka mendustakan ayat2 Kami, sehingga kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan (lihat QS A’raf 96).

Untuk itu pimpinan bertugas memberi kabar gembira dengan surga bagi mereka yang beriman & beramal salih. Tapi orang yang mendustakan ayat ayat Allah akan diazab karena mencintai harta melebihi cintanya kepada Tuhan & kepada RasulNya. Disaat perjuangan para Nabi & para kholifah, hartanya untuk kebaikan di jalan Allah, termasuk memberi makan duafa menjadi tabir dari azab saqar (lihat QS Muddassir 42-44).

Adapun harta yang dibanggakan, itu perkiraan juhala’yang akan dibalas azab, sebagaimana ayat dalam

5)QS Sabak 35

 وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

( 35 )   Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.

 Ketika P Anis jadi Gubernur beliau menolak suap meski ratusan Trilyun & pernah separoh gajih diinfakkan buat duafa, pembantunya dibelikan rumah sederhana & ribuan warga DKI dibangunkan rumah Gratis. Sebagian dari uang TTD, Itulah sifat pimpinan teladan, dirinya ngalah mendahulukan masakin. Berbeda dengan pimpinan yang tujuannya harta, maka laknat baginya dua kali lipat, itulah balasannya, karena telah menjerumuskan banyak orang, penyebab azab. Yang dipilih para sahabat adalah pimpinan yang berhati khusyuk, rajin ibadah serta darmawan, itulah Abu Bakar yang menginfakkan semua hartanya.

Sedangkan Umar separoh harta. Begitu juga konsep agar mudah terkabul doa, dengan  mendekatkan diri kepada Allah, yakni beriman & beramal salih. Tapi sebaliknya” Dan orang orang yang berusaha menentang ayat ayat Kami, melemahkan menggagalkan azab Kami, mereka itu dimasukkan kedalam azab, lihat QS Sabak 38.

Tugas pimpinan itu menanggapi keluhan rakyat sebab dibayar oleh rakyat, ibarat akad kontrak & tidak layak mengabaikan pemesan yang sudah bayar, supaya saling rela & bukan uang haram, dijelaskan dalam

6)QS An Nisa 29

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

( 29 )   Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

 Adanya mereka demo karena disalahi (banyak pelanggaran & kecurangan serta kezaliman) apalagi ada ancaman” Yang demo boleh ditembak” Padahal demo itu balasan ringan tidak layak balasan nyawa. Jadilah pimpinan teladan & pemaaf.

Semoga bermanfaat dunia akhirat.

b) Ketua Dubes Saudi Arabia.

                                                                           Insya Allah bersambung.

 

 Wassalam. Faizah binti Yaimam Hambali. Ada hilaf?

No WA 0895 2734 4484  

Alamat blog :  www.faizahmahrus.blogspot.com

 

.

 

 

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

About Me

Faizahmahrus
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung